Demam
Berdarah Dengue (DBD) – Penyebab, Gejala, & Pengobatan
Assalamualaikum
wr wb sahabat online ku yang aku sayangi dan aku cintai…
Selamat
pagi semua …
Welcome
to my blog sahabat J semoga hari kalian menyenangkan
Nah kali
ini aku akan ngebahas soal penyakit DBD jdi stay tune terus yaaaa…
Demam
berdarah dengue atau penyakit DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh salah
satu dari empat virus dengue
yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue sebagai penyebab DBD ini
terkait dengan virus yang menyebabkan infeksi West Nile dan demam kuning. Untuk
diketahui, virus ini tidak dapat menyebar langsung dari satu orang ke orang
lain.
Diperkirakan 390 juta infeksi
dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, dengan sekitar 96 juta orang
yang terinfeksi virus penyebab penyakit DBD berkembang menjadi suatu demam
dengue bahkan penyakit demam berdarah dengue.
Demam dengue dan demam berdarah dengue memiliki
perbedaan.
Demam berdarah atau dengue
hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever)
yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (pada fase ini panas tubuh mengalami
penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah
bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan
hidung, napas tersengal-sengal, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan
nyeri di sekitar perut. Tentu saja gejala DBD atau ciri-ciri DBD ini harus
sangat diwaspadai karena bisa berakibat fatal.
Gejala DBD (Demam Berdarah
Dengue)
Gejala demam berdarah tampak
cukup jelas namun juga terlihat seperti penyakit umum sehingga banyak yang
tidak menyadari bahwa mereka terserang DBD. Gejala Demam berdarah akan muncul
biasanya setelah 4-6 hari setelah infeksi dan bisa berlangsung hingga 10 hari.
Hal ini biasanya akan disertai dengan ciri-ciri DBD sebagai berikut.
- Demam tinggi yang mendadak
- Sakit kepala parah
- Nyeri di belakang mata
- Nyeri sendi dan otot yang parah
- Kelelahan
- Mual
- Ruam kulit, yang muncul 2-5 hari setelah timbulnya demam
- Perdarahan ringan (mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar).
Anak-anak kecil dan orang-orang
yang tidak pernah memiliki infeksi virus penyebab DBD sebelumnya cenderung
memiliki gejala DBD klinis yang lebih ringan. Namun, masalah yang serius dapat
berkembang meliputi demam berdarah dengue, komplikasi langka yang ditandai
dengan demam tinggi, kerusakan getah bening dan pembuluh
darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem
sirkulasi.
Bahkan, demam berdarah bisa
berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS). Gejala yang dapat
dikenali adalah terjadinya pendarahan yang masif, syok (tekanan darah semakin
turun), dan kematian. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah serta
mereka dengan infeksi dengue kedua atau berikutnya diyakini berisiko lebih
besar untuk berkembang menjadi demam berdarah dengue saat terinfeksi virus
penyebab DBD. Untuk diketahui, demam tinggi biasanya akan turun pada hari ke-4,
namun hal itu bukanlah suatu tanda kesembuhan. Jika pasien kembali demam, maka
gejala DBD yang muncul akan lebih parah lagi.
Penyebab DBD (Demam Berdarah
Dengue)
Demam berdarah dengue atau
penyakit DBD adalah penyakit disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan
kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Saat virus dengue sebagai
penyebab DBD menginfeksi nyamuk dan nyamuk menggigit manusia, maka bisa
mengantarkan virus tersebut ke dalam tubuh. Aedes aegypti umumnya
berukuran lebih kecil, badannya berwarna hitam pekat dengan dua garis vertikal
putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki.
Sebagian besar kasus demam
berdarah terjadi di daerah tropis seperti: India, Asia Tenggara, Cina Selatan,
Taiwan, Kepulauan Pasifik, Kepulauan Karibia (kecuali Kuba dan Kepulauan
Cayman), Meksiko, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan (kecuali Chile, Paraguay,
dan Argentina).
Diagnosis DBD (Demam
Berdarah Dengue)
Untuk mendiagnosis infeksi
dengue, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa virus atau antibodi.
Hal ini akan memungkinkan dokter untuk mengevaluasi apakah gejala yang muncul
disebabkan oleh infeksi dengue
atau bukan. Jika gejala DBD sudah bisa dipastikan, saatnya dokter melakukan langkah
penanganan yang tepat.
Namun, pemeriksaan antibodi atau
virus membutuhkan harga yang lebih mahal daripada cek laboratorium darah,
sehingga sebagian besar dokter di Indonesia menggunakan parameter cek darah
rutin untuk melihat penyakit demam dengue ini.
Infeksi dengue menyebabkan cairan plasma di pembuluh darah berpindah,
sehingga darah menjadi lebih pekat. Hal ini dapat terlihat dari kadar
hematokrit pasien demam dengue yang meningkat. Kemudian, terdapat penurunan
trombosit sehingga menimbulkan perdarahan. Dan yang terakhir, demam
dengue yang disebabkan oleh virus, tidak seperti infeksi lain yang menaikkan
kadar leukosit, pada infeksi dengue, justru kadar leukosit tetap atau bahkan
turun.
Pengobatan DBD (Demam Berdarah
Dengue)
Tidak ada obat khusus untuk
mengobati infeksi dengue. Terapi standar yang diberikan di rumah sakit atau
puskesmas untuk pengobatan DBD adalah infus dengan dosis disesuaikan dengan
berat badan. Jika seseorang terkena demam berdarah, gunakan obat penurun panas
seperti parasetamol dan menghindari obat-obatan yang mengandung aspirin karena
dapat memperburuk pendarahan. Pasien juga harus beristirahat dan minum banyak
cairan. Jika kondisi lebih buruk terjadi dalam 24 jam pertama setelah demam
turun, penderita harus segera mendapatkan penanganan dan pengobatan DBD di
rumah sakit.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Penyakit DBD adalah penyakit yang
belum ditemukan vaksinnya. Hingga kini tidak ada vaksin untuk mencegah demam
berdarah. Cara terbaik dalam pencegahan DBD adalah menghindari gigitan nyamuk.
Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit DBD adalah:
- Jika memungkinkan, jauhi daerah daerah yang padat penduduk
- Gunakan obat nyamuk meski di dalam ruangan
- Ketika di luar ruangan, gunakan kemeja lengan panjang dan celana panjang dengan kaus kaki
- Pastikan jendela dan pintu aman dan bebas dari lubang. Jika ruang tidur tidak disaring, gunakan kelambu
- Segera temui dokter jika Anda memiliki gejala demam berdarah.
Dalam pencegahan DBD, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan
untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk. Salah satunya adalah menyingkirkan
tempat di mana nyamuk bisa berkembang biak seperti ban bekas, kaleng, atau pot
bunga yang dapat menampung air hujan. Perlu diketahui bahwa nyamuk Aedes
menyukai air yang jernih dan tenang. Selain itu, nyamuk ini juga menyukai
pakaian-pakaian yang menggantung, jadi cara pencegahan DBD lainnya yang dapat
Anda lakukan adalah mengurangi jumlah pakaian yang digantung di rumah sebisa
mungkin. Jika seseorang di rumah Anda mengalami demam berdarah, berarti Anda
perlu waspada tentang upaya untuk melindungi diri sendiri dan anggota keluarga
lainnya dari nyamuk. Nyamuk yang
menggigit anggota keluarga yang terinfeksi bisa menyebarkan infeksi kepada
orang lain di sekitarnya.

Terimakasih atas infonya kaka
BalasHapusKeren kak, terimakasih infonya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusWow mksih yah infonya
BalasHapusWoow info yang menarik
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusWahh sangat bermanfaat ka
BalasHapusterima kasih ya,,brmnfaat bgt nih ;)
BalasHapusSangad bermanfaad
BalasHapus